Anak Diare Saat Pandemi Covid-19, Lakukan 7 Pertolongan Pertama Ini

 


Saat pandemi covid-19 ini semua orang dituntut untuk mandiri. Untuk sakit yang ringan, semua orang harus mengusahakan mengobati secara mandiri. Anak sakit, orang tua bisa mencari solusi terlebih dahulu sebelum dibawa ke rumah sakit atau dokter. Ya, karena mengunjungi rumah sakit untuk keluhan ringan, bisa jadi bukan sesuatu yang bijak saat ini.

Tapi bagaimanapun, anak sakit sering membuat cemas orang tua. Karena cemas, anak segera dibawa ke dokter atau Puskesmas. Di sana anak dikasih obat yang sebenarnya ada di rumah. Anak pun berangsur sembuh. Dari pengalaman itu, bila anak sakit, sikap pertama orang tua adalah tenang. Dengan begitu, bila anak sakit di rumah bisa diusahan pertolongan pertama.

Seperti dilansir buku “P3 untuk Ananda di Rumah” karangan dr. Lucy Endang Savitri, Sp.A dan Fitri Rahayu, Amk. (Metagraf, 2011), bila anak mengeluh saat buang air besar yang cair 2-3 kali sehari, tidak mau makan, lemes; segera periksa feses (kotoran)-nya. Bila fesesnya berlendir, bau busuk, berbusa, atau berdarah; bisa jadi dia terkena diare. Ciri lainnya dari diare adalah mual, rewel, gelisah, haus terus.

Penyebab diare ini adalah infeksi bakteri salmonela atau entamoeba coli dan infeksi parasit. Awalnya bisa jadi makan makanan basi, berjamur, atau alergi terhadap suatu makanan. Bisa juga gangguan usus yang menghambat pencernaan. Bila benar hal seperti itu terjadi, lakukanlah 7 pertolongan pertama ini:

1. Kasih minum sebanyak-banyaknya

Seperti dilansir halosehat.com (26-10-2017), hal pertama yang dikhawatirkan dari diare adalah dehidrasi. Makanya segera kasih minum sebanyak yang bisa dia minum. Cek tingkat dehidrasinya dari pipisnya. Semakin kurang cairan tubuh pipisnya semakin pekat. Untuk minum, tidak mesti air putih, boleh minum yang lain. Minuman yang baik saat diare di antaranya: air kelapa, air jahe, teh dan mint, teh chamomile dan lemon. Air kelapa muda mengandung tanin dan antidotum (anti racun), bisa menetralkan racun di dalam tubuh.  Air jahe, teh dan mint, juga mengandung zat antibakteri yang meringankan penderita diare.

2. Beri oralit. 

Oralit (Oral Rehidration Solution) bisa mengganti cairan tubuh yang hilang. Bila di rumah tidak ada oralit, siapapun bisa membuatnya dengan mudah: satu sendok gula putih dan ¼ sendok garam, larutkan ke dalam satu gelas air, dan langsung minum. Oralit ini fungsinya mengganti cairan tubuh yang hilng.

3. Beri makan yang tepat. 

Saat diare tidak semua makanan bisa diterima usus. Makanan yang tepat adalah yang gampang diserap usus, tidak merangsang (pedas dan asam), hindari yang bersantan. Misalnya makanan yang bagus: bubur, pisang, apel. Kasih makan sedikit demi sedikit tapi sering. 

4. Istirahat. 

Karena penderita diare biasanya susah makan, jadi kondisi tubuhnya cepat lelah. Istirahat membantu memulihkan tenaganya.

5. Hindari dulu susu. 

Kecuali yang masih menyusui, tetap berikan ASI.

6. Baluri perutnya dengan minyak hangat. 

Biasanya yang diare diikuti oleh perut kembung. Bila tidak ada minyak hangat, bisa mengolesi bawang merah dengan minyak kelapa. Manfaatnya untuk menghilangkan kembung.

7. Segera bawa ke Puskesmas atau dokter. 

Bila dalam waktu tiga hari masih diare, tidak ada perbaikan, segera konsultasi ke dokter atau rumah sakit. Usahakan lewat telepon dulu, bila kata dokter perlu dibawa ke rumah sakit, ya harus diperiksa lebih mendalam.

Semoga bermanfaat.
foto: saibumi.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak Diare Saat Pandemi Covid-19, Lakukan 7 Pertolongan Pertama Ini"

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat :), jangan lupa tinggalkan jejak....